surat PENGUNJUNG

“…di sini, orang-orang boleh melepas dahaga. bahkan sekedar berlalu lalang. karena pada dasarnya setiap pintu sebaiknya terbuka”.

Dan, saya percaya, kebebasan berkespresi adalah pondasi perkembangan intelektual kita. Bagian penting proses peradaban. Meskipun, beberapa “kebebasan” memang kadang menusuk. Tapi, tidak apa.

Toh, kita pernah kenal sesuatu yang sering disebut, “dialektika”. Tesa-Antitesa-Sintesa.

So, welcome!!!

Jika anda ada waktu, silahkan bertegur sapa di sini…

Salam hormat,

Febri Diansyah

83 responses

21 04 2008
pembaca dan pemberontak

bung febri…
wah…saya berkesempatan mengisi pertamakalinya ya.
menarik apa yang saudara tulis itu, tapi sayangnya hanya orang-orang tertentu yang bisa paham.
Usul saya, biar pemberontakan bisa terjadi lebih luas (setelah membaca), sebaiknya anda menulis sedikit lebih ringan. Begitu, bung.

untuk pertama kali komentar saya cukup demikian.

salam: komunitas katakata

21 04 2008
febri diansyah

ya, terimakasih atas sarannya bung pembaca yang suka memberontak…
kita memang harus terus belajar, khususnya saya, untuk menulis lebih baik.
agar cara penyampaian tidak mengurangi isi.

22 04 2008
anggun

baa kaba feb ??
sadang dima kini??

http://grelovejogja.wordpress.com

“masih di sini, pak..masih belajar terus di kota sesak ini”

29 04 2008
Zulmasri

Bung Febri, salam kenal. Saya telah baca perdebatannya dg orang-orang rumah teduh.

Salam kreatif dan tegar dalam melangkah

“salam kenal juga, bung Masri. Saya juga baca apa yang bung tulis dalam beberapa komentar. Dan, jujur, saya sangat senang dengan pola diskusi seperti yang dilakukan Rumah Teduh. Meskipun kita sebaiknya terus belajar lebih fokus pada substansi ketimbang sekedar “cemooh”. he he he…”
Senang berkenalan dengan bung.

29 04 2008
Hanara

Salam, nice blog/blawg here, izin nge-link ya Kak. Thnz

“silahkan, dan tentu sangat menyenangkan bisa menjalin komunikasi dg teman Indonesia yg sedang menuntut ilmu di Mesir sana.
Salam kenal”

1 05 2008
Viva Liberalisme

Ada berita baru. Unger rupanya, termasuk dalam salah satu kabinetnya LuLa si No 1-nya brazil (Harvard Student Journal). Jd dapat kita pahami, kenapa Unger sok marxis gitu.. He he

10 05 2008
Donny Setiadi

Ass.WRB

Oi Kaliang, ba’a kaba? wah dah mulai terkenal ni yee….saat sekarang kita perlu orang yang berjuang dalam kejujuran,baik tidak mengambil ataupun membuka. sangat bodoh untuk orang yang membanggakan diri dalam hina, kita sedang tidak perlu itu. Berjuang untuk suatu kebenaran dan keadilan itu berat Feb, sekarang aja aq jadi gk berani pulang kampung, banyak banget ancaman !! seolah olah aq yang kotor.Jgn2 aq besok tinggal nama krn itu?! tapi gk masalah, demi kebenaran dan keadilan itu kita harus mati!!!!! tapi lebih baik klo masih hidup,hehehe. Salam tuk Hukum UGM 02.

ya Don, tentu tidak mudah untuk konsisten. Tapi, bukankah memang tidak ada yang mudah? Selamat memperbaiki daerah. Jika kamu dan teman-teman di sana punya data valid tentang korupsi bupati mu.
Kirimkan ke alamat ICW: Kalibata Timur IV/D No. 6 Jakarta Selatan. Aku akan coba pelajari dan dorong jika memang memenuhi kualifikasi kami.

13 05 2008
Donny Setiadi

Ntar feb,aq usahain ngambil semua berkas yang ada.skrg lag susah….

16 05 2008
adek

b`Feb apa kbr? masih inget adek (genta) ga??
b.feb, good luck ya… adek merasa sangat bangga paling tidak pernah kenal (dan bekerja sama) walaupun dalam waktu yang sangat singkat…
salam ya buat k`Eka dan tetap konsisten dan makin sukses..

“tentu, masih, Dek. Dan, yang terpenting, semoga kita semua tetap konsisten. Meskipun dalam sakit dan sakit”.

16 05 2008
pendo(s)a *dua*

pak febri, anda mugnkin orang sumatera yang sudah mulai “terjangkit”, budaya Jawa (saya suka itu). pak febri “keliahatan” lebih dewasa dari yang “lainnya” (hehhhehe…jangan gr ya). tapi kenapa tulisan anda semua tentang politik dan orang-orang besar? sekali-kali cobalah pak febri mengangkat cerita “orang kecil” yang tertindas, (maap saya membaca tulisan pak febri hanya yang di blog saja).

salam

“yang lainnya”? Tentang tulisan, masukannya diterima. :-) Pada dasarnya, aku percaya, semua orang adalah ‘besar’. Dan, sebagian menjadi kecil saat si ‘besar’ merampok banyak hal. Karena itu, penting mengembalikan hakekat si kecil. Untuk memaksa si besar tunduk. kemudian, turun.” Mungkin soal pilihan darimana memulai :-) . Tp, thx ya.
Salam hormat”

31 05 2008
coretanpinggir

Saya senang dengan semangat anti korupsi blog ini… Aku dukung sepenuhnya gerakan-gerakan seperti ini..

Salam dari pinggiran

POpop
(jangan lupa mampir di coretanpinggir, silakan corat-coret di sana, coretan pinggir juga punya semangat yg sama)

Thx, bung. Aku baru saja kunjungi blog mu yang luar biasa itu…hebat.

1 06 2008
Donny Setiadi

Aq sangat gerah liat aksi KPK hanya berkutat pada lembaga non-hukum. Seperti tidak ada niat untuk sampai ke MA. Atau MA terlalu pintar bagi mereka? Masa’ KPK tolol amat?!!!!!!

“sabar, Don.. Kita terus dorong pemberantasan korupsi di negeri ini diprioritaskan membersihkan penegak hukum, terutama Polisi, Jaksa dan Pengadilan. Semoga mereka (KPK) mendengar kritik mu juga :-)

3 06 2008
eko suhindarto

Mbah, perusahaan saya bekerja mempunyai pihutang di pemda yang sudah lk.10 tahun tidak dibayar, kemudian diajukan gugatan ke PN setempat, Walikotanya menunjuk Kajari mewakili Pemda sebagai pengacara negara.

Kemudian, dalam proses sidang disepakati perdamaian, yaitu pihutang tersebut akan dibayar pemda, atas dasar kesepakatan itu Hakim mengesahkan kesepakatan sebagai putusan perdamaian.

Namun, saat setelah Putusan dibacakan, tanpa alasan yang jelas, Walikotanya tidak bersedia membayar sesuai Vonis Perdamaian itu, sebaliknya Ketua PN setelah mengeluarkan Penetapan ammanning tidak bisa berbuat penyitaaan eksekusi, karena alasan adanya Pasal 50 ayat (a) UU No.1/2004 tentang perbendaharaan negara ” ” Bahwa uang milik negara/daerah baik yang ada di instansi pemerintah atau pihak ketiga lainnya, dilarang dilakukan penyitaaan”
sehingga putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tersebut menjadi mandul.

Mbah, mohonadvis, apakah Pasal 50 ayat (a) UU No.1/2004 bertentangan dengan UUD1945 yang menyatakan NKRI adalah negara hukum. maka dengan demikian putusan pengadilan seharusnya adalah putusan penyelesaian tertinggi didalam NKRI. sehingga adanya UU tersebut sangat merusak tatanan NKRI sebagai negara hukum.

Mohon tanggapannya. untuk menambah wawasan. terimakasih


sebelumnya, tentu saya bukan ahli hukum, apalagi wilayah hukum privat seperti yang sedang anda geluti. Dan, “mbah”..ha ha ha2 ;-) segitunya…jenggotku jadi tambah banyak.
Tentang mekanisme perdata, saya yakin bung tentu juga sangat paham, kita sering bilang bahkan saat sudah ada putusan inkracht pun, eksekusi harus dimohonkan pada pengadilan agar bisa dilaksanakan. Eksekusi itu pun dapat dibantah lagi, dan diproses bertingkat lagi hingga inkracht (level 2). Begitu mahalnya menisme perdata.
Dan agaknya harus dipisahkan ketika bung menyebut “eksekusi” dengan “penyitaan”.
Tentang Pasal 50 UU 1/2004 apakah bertenangan dg UUD 1945? hmm…
agak sulit menjawab “ya” dalam keadaan berkas dan bahan yang sangat minim seperti saat ini. Akan tetapi, yang saya tau, ketika pengadilan mengatakan ada hak seseorang dalam uang yang dikelola negara, tentu uang tersebut wajib dibayarkan pemerintah.
Lebih dari itu, saya pikir jawaban ini tidak akan memuaskan apalagi menyelesaikan. Karena hampir tidak mungkin menjawab dengan bahan yang sangat minimal. Bahkan saya tidak mengetahui duduk perkara sebenarnya. Tapi, apapun itu, saya seecara pribadi dukung bung untuk perjuangkan hak bung. Selamat berjuang.

9 06 2008
anggara

mantap, salam kenal mas :D

“salam kenal juga, bung Anggara. Kalau saya sih dah sering dengar nama bung :-)

12 06 2008
anggara

wah, nama saya yang katro itu tidak pantas didengar oleh mas Febri ini :)

14 06 2008
Anggun Gunawan

assalamu’alaikum…

Baa kaba feb??
dima kini ko??
kok mailang se dari jogja??:)

salamaiknyo, tulisan febri dimuek dek padek hari ko…
sukses kawan,,,,

w’slm.. Kaba lai baiak. Meskipun tidak cukup baik untuk kondisi kita semua yang sangat tidak baik. Dan, ada getir di kejaksaan.
Ambo lah hampia sataun di siko, jkt. Mohon maaf dak sempat pamitan jo kawan2 disinan.
btw tulisan yg di padek itu tulisan yg ambo kirim ka Jawa Pos mah..dimuat satu hari sebelumnyo disinan. Mungkin karena mereka jaringan dan satu perusahaan. Angku nulis juo lah tuk padeks… :-)

21 06 2008
rezi

salam kenal mas, ini benar febri yang di ICW? yang sering muncul pada kasus suap Urip TG?

saya berharap ICW dan mas febri tetap konsisten visi, misi dan aksi nya

ya, bung Rezi. Semoga kita semua tetap konsisten. Dan, yang terpenting kita berharap kasus Urip menjadi pintu untuk membongkar korupsi yang lebih luas di Kejaksaan. Kalau tidak, ini akan merembet pada demoralisasi jaksa muda yang mungkin masih punya idelisme

25 06 2008
donny setiadi

Sayang…..transparansi biaya perkara tidak digunakan SBY sebagai bahan utk maju di pilpres 2009. Skrg malah sibuk dengan kasus munir. Kasus BLBI hilang dengan adanya kasus suap Urip. Pemerintah kita memakai teori sulap houdini, “pengalihan”. Negara lain sibuk membangun bangsanya, Indonesia sibuk membangun BANGSATNYA!

sabaaar, pak :-) hehe2..kita di jakarta bareng tmn2 kpk sdg dorong keterbukaan itu. mohon bantuan rekan2 di daerah

28 06 2008
Donny Setiadi

Feb, dah liat comment hukumonline ? ada beberapa orng yg mempermasalahkan tranparansi ICW mengenai data-data yang ICW peroleh. tapi menurutku lucu…., jika ingin ICW transparan, mengapa mereka tidak mengajukan surat terbuka???bisa gk ICW mengajukan persoalan biaya perkara ini ke MK?sori nanya yang dsar banget,maklum bahan kuliah hukum udah lupa…….
Do’ain aq spy bisa kul hukum lagi, CITA-CITA ITU TK BISA AQ LUPA

“hehe2 itu biasa bagi kami, Don..Koruptor kan mang akan gunakan segala cara tuk lemahkan gerakan yang memerangi mereka. Biasalah itu :-) Dan g penting ditanggapi.
Ya, amin. Kuliah lah lagi. Itu “alat” untuk mewujudkan apa yang kita yakin benar.”

18 07 2008
peristiwa biasa

header yang ini lebih bagus, pak..(bukan berarti yang kemaren gak bagus, hehe..takut pak febri tersinggung)

dan judulnya, ‘tugas manusia adalah menjadi MANUSIA’, hhmmm…masih mikir-mikir, sudahkah saya menjadi MANUSIA slama ini?

*
*
*

dan ternyata jawabannya BELOM, saya baru belajar jadi manusia, menyedihkan, menyedihkan! hiks..mudah-mudahan gak jadi manusia keparat, dan laknat!!

seumur hidup toh kita terus berupaya menjadi MANUSIA :-)

20 07 2008
peristiwa biasa

he eh, pak..

22 07 2008
illinree

bung febri… saya ini termasuk fans sampeyan. tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan isi hatiku tentang isi otakmu… cieeeeeeeeee…

tanpamu, apa jadinya bangsa ini ??? sampeyan memang pemuda harapan bangsa. pesenku satu, jangan sampai tergerus arus kapitalisme yang menggoda tiap saat. ayo tetap semangat !!! ganyang koruptor busuk.. fiat justitia et pereas mundus… :)

Cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee….haha2 sepertinya saya kenal sampeyan dari sandi itu…”cieeee”…ooo sampeyan itu yang itu ya…hehehe2….
“mundus mu itu” ;-)
Semangat-semangat mbak Illin yang baik..meskipun “pak Supri” selalu jujur bilang dikau langsing..hehe2

24 07 2008
hafidzohalmawaliy

‘Abang ICW…’ saya ijin numpang belajar ya…

“silahkan, bung Hafidz..tentu kita sama-sama belajar. dan, blog ini salah satu media untuk belajar..berpikir.menulis.berpikir.berbuat”

28 07 2008
SUKOR-UP

saya setuju dengan apa yang telah dilakukan bung febri, karena niat dan tujuannya baik….., tapi apakah semua orang akan sejalan dengan anda, sehingga apa yang telah kita sampaikan dengan kebenaran dan bersifat untuk diusut bukan fitnah……, malah dipake alat oleh mereka untuk membuat kolaborasi sesat demi keuntungan PRESTISE INTITUSI dan DAGANG HUKUM, bukan penegakkan hukum yang sebenar-benarnya di Indonesia.

Sehingga kadang-2 data yang diserahkan ICW contohnya pada kasus LC BNI soal tambang marmer di KUPANG… hampir 100% salah besar dan melakukan cross check kepada orang-2 yang tidak berkompeten, sehingga semuanya menjadi salah dan tidak akurat.

yang mana ketidak akurat data ICW ini, seharusnya ditindak lanjuti oleh para penegak hukum, appraisal bank untuk melakukan cross check, tetapi malah tidak dilakukan, dan kemudian mereka dengan enaknya sudah meng klaim bahwa data ICW sudah akurat dan disiarkan pada media masa, rapat ICW, BNI dengan DPR….., sehingga data-2 kebenaran menjadi tertutup dan sekarang dengan mudahnya asset-2 potensial yang seharusnya dapat menutup kerugian negara ditelantarkan, investor italy yang telah menanamkan investasinya di marmer kupang mundur pada saat itu terjadi telah menanamkan hampir sekitar 12 juta USD berupa down payment pembelian Block Marmer di Kupang yang dibayarkan berupa peralatan-2 pabrik yang ada di kupang ( yang seharusnya tgl 27 Oktober 2003, akan diadakan soft opening Pabrik Marmer dan penanda tanganan Kontrak Pembelian dengan pabrik Marmer Italy sebesar USD.300 Juta.

Kalau pemberitaan saat itu tidak berat sebelah dan akurat, tidak akan terjadi kerugian negara……., karena kasus BNI itu khan 150 juta US, kalau semua dibebankan pada Gramarindo Group padahal ada beberapa perusahaan yang memang bad debt yang tidak dikenal oleh Gramarindo Group.

Karena Gramarindo Group… akan menerima 300 juta USD sesuai dengan kontrak pemotongan blok marmer yang telah dieksploitasi sejak 2001…., tapi apakah ini pernah diekspose…., kalau soal masuk penjara…atau pidana biarkan mereka menanggungnya…., tapi pemberitaan tentang asset potensial yang seharusnya dapat menutup kerugian negara, atau menghidupkan perekonomian di daerah khususnya di KUPANG, tidak perlu harus dimatikan atau kemudian malah mensengsarakan rakyat di kupang, sehingga mereka yang pertama-2 makmur karena berjalannya roda perekonomian di desanya.

Kemudian menjadi terhenti total…., dan akhirnya mereka jadi makan nasi aking….. apakah ini bentuk tanggung jawab hukum saja….. atau mengatas namakan pemberantasan korupsi, padahal bukan memberantas tetapi malah merugikan negara, dengan menelantarkan asset-2 potensial yang dapat menghidupkan roda perekonomian di suatu daerah.

itu maksud saya bung febri yth…., bukan soal hanya pemberitaan, investigasi kasus korupsi dan pengawalan pemberantasan korupsi, tetapi bagaimana menjaga asset-2 potensial yang telah disita negara dan kemudian ditelantarkan atau kemudian diisukan bahwa itu asset bodong.

Dampak pemberitaan yang sesat dinegara kita, dapat menghancurkan perekenomian kita sendiri, terjadi stagnasi perekonomian seperti saat ini, apakah dengan pemberantasan korupsi yang digembor-2kan saat ini, rakyat makin makmur……?, apakah memang kerugian negara benar-2 tertutup atau memang sudah dibolong-bolongin oleh para penegak hukum korup dengan mengatas namakan ASSET BODONG.

jadi ada sisi lain yang negatip dari pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini, pemberantasan korupsi makin kencang, tapi penderitaan rakyat makin saja ndak karuan-karuan…., apakah para pakar hukum, penegak hukum dan ahli-2 hukum pernah berpikir dampak kesengsaraan rakyat ini, juga andil dari masyarakat hukum yang tidak bertanggung jawab.

tapi inti surat ini, saya hanya mengajak mari kita renungkan dengan tenang, dan bersuaralah dengan nurani kedamaian, nurani kebenaran dan nurani keadilan…… apakah yang telah aku berikan kepada NEGARA dan BANGSAku ini telah benar dan baik……?, tidak cukup niat baik, tujuan baik, tetapi juga harus ada cara-2 yang baik dan bijaksana.

Sehingga kebenaran itu akan menjadi benar adanya, dan bukan kebenaran versi si A, versi si B……., sampe-2 jaksa penuntut umum yang yunior saja berani menantang dosennya yang pakar hukum, soal ” definisi keuangan negara ” didalam suatu persidangan….. aneh memang, apa iya bisa lulus, atau bener sih lulusnya jaksa itu, sampai berani bener ama pakar hukum yang hebat…… apa iya ndak kualat toh….., ternyata dibelakang hari si jaksa mengaku…., bahwa memang bener kata dosen itu, tapi gue khan jalani perintah atasan….. GILE….GILA…..GILA>>>>>,….., hanya soal perintah atasan saja…. seorang anak manusia dapat dipenjarakan dan di koruptor kan….., bagaimana ALLAH tidak marak pada kedholiman seperti ini.

Makasih Bung Febri dan selamat berjuang dengan kebenaran yang sebenar-benarnya…. dan saya mendukung dalam doa dan tindakan nyata apabila suatu saat telah memungkinkan…

AMIN..>AMIN YA ALLAH

Terimakasih atas komentarnya bung…Saya sempat kunjungi blog and http://kasus-lc-bni.blogspot.com/ yang agaknya khusus bicara soal LC-BNI.
Soal klaim anda tentang data ICW yang salah, ya silahkan… Yang pasti korupsi dalam LC BNI sangat merugikan negara…Merugikan nasabah… Dan menguntungkan beberapa kalangan tertentu. Apakah bung juga diuntungkan? SEMOGA TIDAK :-)
Jika kemudian ada yang bilang, pemberantasan korupsi akan menghambat perekonomian, menambah deret kemiskinan…Itu lagu lama, bung. Pemberantasan korupsi di negara Amerika Latin dan beberapa negara dunia juga mendapat pertenangan isu yang sama.. Bahkan ada yang bilang, “negara ini butuh korupsi, semacam minyak pelumas untuk perekonomian”…Dan, saya kira tidak ada yang setuju dengan pendapat itu, kecuali mereka yang diuntungkan.
Di kondisi yang gelap gulitan ini, dimana kebusukan berwajah samar dan mengklaim dirinya benar, maka ketegasan sikap dan pilihan sangat dibutuhkan. Jika berdiri di kotak putih, maka pilih saja putih. Janganlah sesekali bilang bahwa “kadang saya berdiri di posisi hitam”…
:-)

tentang Cipinang…semoga.semoga semoga….
doa yang terbaik untuk anda, bung.
salam

4 08 2008
sarah

Feb, tolong bantu kami mempertanyakan kasus ilegal loging di Kabuoaten Rote-Ndao yang melibatkan Bupati Rote Ndao, yang telah PIAR bongkar sejak tahun 2005. Kasus itu ditangani Polres Rote-Ndao – NTT dan sempat tim mabes turun ke Kupang, tetapi ketika naik ke Kejaksaan, Kejari Rote-Ndao yang sekarang ini pindah ke Bandung meminta u di SP3… tapi polisi menolak, namun sampai sekarang kasus ini tak jelas… kasian rakyat

kasusnya pernah kami kirim ke ICW.,, tx

Ya, kak..ntar ku cek ke teman di div investigasi.

5 08 2008
Donny Setiadi

Skrg KPK monitoring pembuatan produk UU DPR, tapi qta liat aja nanti. apakah KPK terlibat lobi DPR??!!maklum kerjasama ama pembuat lobi, takutnya malah dilobi harganya…..BTW we support that!

:-) Ya, Don. Kita tentu akan dukung upaya-upaya positif seperti itu. Mendukung dalam konteks terus mengawasi dan berkontribusi

12 08 2008
Donny Setiadi

SKB BLBI tentang out of court settlement, nyeleneh! Jelas2 tidak bisa disimpangi dengan hukum perdata. Hal ini jelas ingin menyelamatkan kejagung dan pemerintah. TERNYATA YANG ERROR BUKAN HANYA RYAN SAJA……

“mekanisme skb dan out of court settlement itu mang ngaco dari awal, Don..Negeri para maling

14 08 2008
noname

??? blog sapa neh??? kyknya kenal….tapi yg mana ya?????

Om Gusrel ini memang sudah berganti jadi noname ya…
hehe2

9 09 2008
adminblogFSIEkonomiUNAND

mmm, blognya keren.

terimakasih, ditunggu inisiatif untuk diskusinya :-)

16 09 2008
Dinda

Assalamualaikum,

Saya, hanya ingin memberi semangat pada perjuangan yang abang lakukan untuk bangsa kita ini. I never knew what u have done and will keep on doing until recently, and that’s actually touching. You are a man with passion…
Saya yang sedianya tidak pernah tertarik dengan topik hukum dan sebangsanya (karena saya adalah seorang psikolog), menjadi begitu peduli setelah mendengar dan membaca apa yg Abang ungkapkan (di media). Itu hal yag berani dan patriotis, namun penuh resiko. Semoga Alloh selalu melindungi setiap langkah dalam perjuanganmu melawan para koruptor dan politisi busuk itu (amin). Semoga saya suatu saat nanti dapat pula menyumbangkan sesuatu untuk negara sebesar apa yang telah Abang lakukan.

Wassalamualaikum,

Mbak Dinda yang baik, saya percaya, setiap kita bisa berperan demi apa yang kita yakin benar. tentang resiko, tentu saja…toh kita tau, semua pekerjaan punya resiko. diam pun ada resiko nya :-)
semoga kita tetap konsisten.

18 09 2008
adek

i`m proud of you my bro. adek nonton lho di “PADAMU NEGERI”..
eitss, dah jadi seleb aja nih bang, hehe..
Good luck and keep concern..

terimakasih, dek. dimana sekarang?

8 10 2008
Donny Setiadi

Feb, aq minta tolong….Bupati Bangko dah diganti. skrg Bupatinya Nalim, dlu pernah di polda Sumbar. Aq gk tau backgroundnya. Bisa gk kmu kirim recordnya? aq nelp kmu gk diangkat, dasar sombong…….

“nanti ku coba lihat arsipnya, dan mungkin bisa koordinasi dengan rekan di daerah”

11 10 2008
Afridian Wirahadi - iwir Akt 98

Salam febri.. sebelumnya saya rasanya mengenal febri kalo gak salah,
Ketika saya membaca posting dari Sony, sejujurnya ingin rasanya mengajarkan bahasa dan etika yang baik dan benar padanya dan ingin mengajarkan kepadanya sejarah GENTA, HMI dan siapa dia di akuntansi.
Sebelumnya perkenalkan, saya afridian Wirahadi biasanya dipanggil Iwir. Akuntansi 98. Saya aktif di HMI, GENTA Andalas, KOPMA Dan Koparma (semuanya diposisi2 puncak..he.he..sdekit menyombong)..
pertama, Genta Andalas waktu kami menghidupkan dulunya tahun 1999 ketika dia sudah mati. Kami (budi Fitra Helmi, Alfitra, Ainul Ridha, Dewi Puspita, Silvia, dan saya sendiri koalisi HMI-IMM). Banyak perjuangan dari awal sampe kami berhasil mendirikan lg. Gontokan dengan pejabat Unand kami rasakan, sampai akhirnya kita menang dengan adanya bargaining (dana, fasilitas dll)..termasuk Vieda (yang kami rekrut). Namun karena kesibukan pengurus dan konflik (sebenarnya karena keegoisan msing2)…suksesi berlangsung dengan cara yg tidak wajar..sampai Budi dan Dewi (almarhumah) mendirikan Radio.
Namun yang ingin saya katakan, Organisasi mahasiswa adalah organisasi pembelajaran (tempat latihan kepemimpinan dan manajemen). Malahan yang pengecut adalah orang yg tidak bisa berbuat, tapi pinter mengomentari (Sony-red). Tapi saya bersyukur Febri dkk, sudah mencoba berbuat

Kedua, HMI. Banyak yang sentimen dengan HMI, karena bagi saya wajar, HMI adalah organisasi tua dan besar. Umumnya yg berkomentar adalah orang yg tidak dapat bersaing dengan anak HMI dan jaringannya. HMI ibarat bengkel, asalkan mahasiswa dan beragama islam masuk kesana. Wajar jika ada yg keciprat OLi. Namun setidaknya organisasi ini telah membuktikan kepeduliannya pada bangsa. Bukan omong kosong aja (NATO). Saya pernah jd ketua HMI. Febri anggota HMI?

Ketiga, tentang sony. maaf ya. Saya dulu yang mengospeknya. Dia bukan siapa2. Dia aktif dmn? lompat sana lompat organisasi sini hanya sesaat tanpa aktif dalamnya (tipe oportunis dan pengecut) dan bahkan berani mengomentari organisasi tersebut tanpa pernah berbuat untuk organisasi itu.

Maaf..saya cuma ingin mengatakan…tolong sampaikan pada Sony..belajarlah etika.

Saat ini saya msh di kampus Unand, Politeknik Unand Jurusan Akuntansi.
sekarang S 2 di UGM
Wassalam

“Da Wir yang baik, terimakasih komentar dan penegasannya di halaman ini. Dimanapun itu, hitam-putih-abu-abu atau apapun, agaknya kita punya konsep yang sama, organisasi mahasiswa dan pergerakan mahasiswa adalah tempat belajar. Kawah candradimuka. Belajar dalam sakit, atau bahkan belajar dalam senyum, dengan sedikit–katakanlah–”resiko” populeritas atau sebaliknya.
Tapi, keluarpun, atau bahkan lari dari arena pun adalah pilihan. Dalam bahasa berbeda, mungkin teman kita Sonny melakukan hal itu. Dengan cara belajarnya, agaknya ia merasa lebih efektif “menuntut ilmu” dari satu tempat ke tempat lainnya. Biarlah. Meskipun, tentu agak kaget dan sedikit “tersentil” ketika sebuah organisasi, “sekolah” sekaligus “rumah kita” dikecam dalam nada minor.

Da Wir yang baik,
apakah sekarang mengajar di Poltek?
S.2 di FE UGM?
Jika ya, aku pikir akan terus bertambah satu persatu generasi yang terdidik dan peduli dengan ketertindasan dan penghisapan masy di sekitarnya…Tidak sekedar membangun orientasi berpikir individualis-opotunis.

Aku dulu hanya sempat 2 tahun (dengan sangat banyak Titip Absen) di Manajemen Unand. Kemudian mendapat Girah baru di FH UGM. Dengan lebih banyak “konflik” dan rasa sakit, orang ternyata lebih cepat belajar. Sekarang, aku belajar di kota sesak. Jakarta. Belajar menjadi berguna.

Salam

nb: adakah blog?

11 10 2008
sonny

da wir yg baik,
(tulisan ini bukan u sombong)
saya kenal anda & tau persis komisariat di jalan Apel. Saya jg tau anda dosen Poltek Unand & sudah menikah.

Kalau tdk salah anda pernah ke rumah saya u nyari Mela. Zumaila Hasna. Gadis cantik itu sekarang pegawai BPK-RI. Saya memberikan bbrp booklet pergerakan mahasiswa ke dia, termasuk panduan training PII & booklet Andragogi-nya Paolo Freire

Secara resmi, saya memulai karir intelektual saya di umur 15 th. saya memulai aktivisme di usia 15 th. di usia 16 th saya sudah membaca ttg sejarah pergerakan pra kemerdekaan hingga HMI MPO. saya diberkahi sebuah perpustakaan yg kaya plus agency majalah yg kami tangani. Ditambah minat saya pada sejarah & ilmu2 sosial. Favorit saya: Kuntowijoyo

Genta ?
bagi saya yg penting warisan sistem. apa yg anda wariskan ke generasi selanjutnya ? pemimpin yg baik adl yg bisa menciptakan pemimpin berikutnya. Sekali lagi, WARISAN SISTEM. Kalau ada, Genta tak mungkin begini jadinya. bagi saya pribadi, tidak ada yg bisa saya pelajari di Genta. Malah ingin sebenarnya memberikan sesuatu ke Genta kalau tidak terhalang hirarki senioritas. Rumah saya di depan Fekon. Saya cukup rajin ke Genta tp jarang ketemu anda. (Anda dimana?)

HMI ?
maaf, kalau saya mengkritik HMI
saya hanya mengutip senior anda di HMI: Ahmad Wahib & Johan Effendi. Dan kritik pendiri Formaci thd HMI

Lompat ?
Ya, saya hanya pernah masuk Genta & AIESEC. Itu saja. FSI ? mereka teman2 baik saya. Sejak hari pertama kuliah, 4 sept 2000 saya tak pernah berjanji masuk Lembaga Dakwah Kampus. Saya memahami seluk beluk dunia mahasiswa jauh hari sebelum menjadi mahasiswa. Mentor2 saya aktivis mahasiswa tulen

bukan siapa siapa ?
memang, saya hanya pernah mencoba mendirikan klub studi di Unand. Dan gagal krn mungkin ide ini terlalu maju u ukuran Padang. Intelektualisme minus aktivisme, itu motto saya. Saya bosan di padang.
Saya pernah nimbrung di Litbang BEM KM Unand u memberi masukan ttg OSPEK. (Oh maap, ini millenium baru, OSPEK warisan rezim korup. Saya jd ikut2an lupa istilah barunya)

Soal aktivisme saya memang amat terpengaruh ahmad wahib. saya membaca diary-nya di th 1997, di umur 17 tahun

Organisasi mahasiswa adalah organisasi pembelajaran (tempat latihan kepemimpinan dan manajemen) ?
Sebelum menjadi mahasiswa saya sudah melaluinya. maaf, tdk u sombong. Sekali lagi, saya menyesal memilih Padang. Kalau tdk Cairo, harusnya saya di Jakarta atau Jogja

MASALAH UTAMANYA
Kita hanya tidak saling mengenal. Coba kalau ada pertemuan rutin di Genta & semuanya hadir. ( Kenapa harus memperkenalkan diri ke Febri, kita kan hanya beda 2 th ? Anda dimana ? )

insyaAllah saya akan menjadi siapa siapa, saya baru saja menggelar kembali formasi intelektual saya setelah 8 th terkubur di Padang. Klik disini untuk memahaminya.
saya jg berdoa demikian u anda.

etika ?
hey, saya menulisnya di blog milik saya sendiri. Anda paham teknologi ?
Dan saya jd ikut2an menumpahkannya di blog aktivis ICW ini u mereply anda

soal gaduh di milis akt ?
masalahnya: beda frekuensi :)
Saya bicara di channel ini, yg lain mereply lewat channel itu, gak nyambung..

thx,

11 10 2008
sonny

adakah blog?
pertanyaan plg bagus

ayo tunjukkan siapa anda lwt blog. apa portfolio anda yg panjang itu bs dibuktikan ?

maaf kalau kurang etis,
rasanya kita seumur & kita tdk di unand lg. Lagian anda kan intelektual. Diktum intelektual: we can agree to disagree, right ?

11 10 2008
febri diansyah

aku percaya, seorang dewasa harus terlebih dahulu mampu mengkritik diri sendiri. meskipun tidak berarti berhak mengecam pihak lain.
tapi, tidak apa-apa juga. ku kira ini justru menarik

Da Wir dan Sonny. Dua rekan yang baik.
yang pasti kita sama-sama pernah di Genta Andalas. Aku di Genta, lebih pada kepentingan belajar. Ke dalam diri. Dan, keluar diri.

Tentang pertanyaan “Adakah senior yang menghambat?” Ada. Namun, itu biasa terjadi di organisasi manapun.
Dan, kita paham. Setidaknya ada dua jalan perubahan. Secara perlahan. atau, sebaliknya. Dekonstruksi (meminjam istilah J. Deridda). Di Genta kita bisa lakukan keduanya.

Tentang Genta Andalas yang baru, yang berkantor di Rektorat. Ku kira ini bukan sekedar soal formalitas alamat redaksi. Tapi lebih pada cerita tentang “kekalahan” dan oportunitas yang buruk. Apalagi jika isi tabloid tersebut lebih minus tulisan mahasiswa, misalnya.

Dan, untuk teman-teman Genta Andalas yang sempat baca tulisan ini, anda harus percaya kritikan itu penting. Se pedih apapun. Kewajiban si pengkiritik ya mengkritik. Persoalan anda akan dengar dan ikuti saran tersebut, itu terserah anda. Silahkan, karena kita percaya setiap masa punya generasi masing-masing.

Da Wir dan Sonny, dua rekanku yang baik. Jika ada waktu “yang berbaik diri”, sesekali mungkin kita perlu ketemu bersama, bicara (agar tidak terlalu serius untuk dikatakan diskusi). Bukan tentang bagaimana “menyelamatkan” Genta. Tapi, bagaimana memancing kawan-kawan di Genta memahami, bahwa mereka sedang mendiami rumah kecil yang seharusnya menjadi suluh bagi diri dan masyarakatnya. Agar mereka bisa jadi jauh lebih baik dibanding cecunguk kecil seperti aku. Agar mereka tahu juga, di Genta kita pernah bilang “tidak ada orang cerdas disini, yang ada hanyalah mereka yang terus merasa “bodoh” dan terus belajar”.

17 10 2008
Yudi Helfi

Salam, Kawan. Saya sudah lama tidak komunikasi dengan komunitas unand. Syukur sekarang bisa ketemu dengan beberapa nama. Dan bangga dengan Febri di ICW yang beberapa kali sempat saya tonton di TV.

Saya belum bisa komentar banyak. Cuma salam untuk Sonny dan da Wir.
Saya cukup sering discuss dengan Sonny. Dia sahabat yang baik dan cerdas. Gagasannya menarik dan berani melawan arus di Padang. Sayangnya kawan kita ini tidak punya wadah untuk mengimplementasikan pikirannya. Mungkin wadahnya tdak siap, atau mungkin Sonny nya yang belum bisa membahasakan gagasannya kepada publik.

Adakalanya, orang cerdas terkurung dalam zamannya, dan tidak ada yang menganggapnya bermanfaat. Seperti Mendell yang baru dihargaiu setelah matinya. Atau seperti Imam Ali As yang baru diberi kesempatan setelah masa produktifnya berlalu. Cuma untuk Sonny, gagasan-gagasannya selayaknya kita dokumentasikan, ditulis dan disebarluaskan agar menjadi keresahan semua orang. Mungkin tidak diterima sekarang tapi akan diapresiasi oleh anak cucu di kemudian hari :)

Pilihannya sederhana, menjadi Karl Marx yang tidak mati dalam revolusi, tapi mati di atas meja atau menjadi Ali Syariati yang mati dalam mempersiapkan gerakan atau mungkin seperti Khomeini yang bergerak dan berhasil

Salam untuk semua

20 10 2008
qho2m imut

wah uda ternyata jago memerankan tokoh kakek2..pnasaran knp dulu gk mampir di ‘apakah’ yak???? hehehehehe

“tanya teman2 apakah angkatan 2002 keatas donk…kamu si baru kenal aku tahun 2005, hehehe2

23 10 2008
pita

Ah…
ternyata, aku memang masih kerdil.
Ternyata di genta andalas, begitu banyak yang belum ku ketahui.

“Pita yang baik, justru itu tantangannya. Genta. Aku percaya, setidaknya kamu punya semangat. Apakah kamu juga punya kemampuan (selain kemauan)? kita lihat dari apa yang kamu bisa lakukan bersama teman-teman. Dan, jangan kuatir, “kita adalah si bodoh yang selalu ingin belajar” :-)

25 10 2008
genta andalas

Assalamu alaikum Wr.Wb

Da Sonny yang baik,
Senang sekali rasanya membaca blog yang uda tulis khusus mengulas tentang organisasi pers mahasiswa yang sama-sama kita berproses untuk belajar. Mengutip kata-kata bang feb: “kita adalah si bodoh yang selalu ingin belajar”.
Cuma…ada hal-hal yang harus kita luruskan di sini. Maaf, karena ternyata, kami, baru membaca keluhan dan “kritikan” (walaupun esensinya bukan untuk GENTA ANDALAS).
Maksud kami, setelah membaca posting da sonny, kami rasa yang uda maksud bukanlah GENTA ANDALAS.
Mengapa?
Alasannya:
1. GENTA ANDALAS TIDAK PERNAH beralamat redaksi atau pindah atau berkantor atau apalah….di REKTORAT. Sekali lagi ditegaskan, sejak tahun 2002, GENTA ANDALAS tidak pernah meninggalkan PUSAT KEGIATAN MAHASISWA lantai II. Sekali lagi, TIDAK PERNAH.
2. Yang uda baca (kalau uda masih menyimpan arsipnya, tolong diteliti nama tabloidnya, karena kami YAKIN, itu adalah “GEMA ANDALAS” yang merupakan tabloid HUMAS REKTORAT, yang memang dihandle oleh REKTORAT dan DOSEN. GEMA ANDALAS memang merupakan media publikasi ilmiah yang diisi oleh para dosen.
3. alhamdulillah sampai hari ini kami masih membiayai penerbitan kami sendiri melalui iklan dan kerjasama dengan berbagai pihak (sedikit pihak rektorat, itupun pengadaan barang).
Sedikit konfirmasi kepada bang feb, da wir, da sonny, juga kepada alumni2 GENTA ANDALAS yang terhormat,
kita tidak pernah mimilih jalur “BERMESRAAN” dengan rektorat. Nyatanya, sampai sekarang, dana kami tertahan sejak 2007, bahkan dana-dana kegiatan yang sering “lenyap” sesampai di kantor PR3.
Jadi, mohon, kepada uda-uda atau alumni yang terhormat, jangan langsung menuduh, kalau belum tahu kepastiannya. Kami merasa malu, ketika posting atau coretan uda-uda tentang genta andalas, yang ternyata tidak sesuai dengan kenyataan, dibaca oleh pers mahasiswa yang lain. Toh, kembali lagi, kita sama-sama pernah mendiami rumah “belajar” ini. Kenapa uda-uda tidak memberikan solusi daripada hanya menuduh?
Maaf, mungkin agak basi, tapi nyatanya, kami baru membaca tulisan tentang uda-uda alumni yang terhormat.

Doakan saja, segala tuduhan ataupun kekhawatiran uda-uda yang terhormat, tidak akan…TIDAK AKAN pernah terjadi. Untuk itu, kami sangat membutuhkan dukungan, masukan, kritikan, untuk kami, generasi yang kini meneruskan perjuangan di pers mahasiswa ini yang juga telah “kedatangan” generasi baru, agar kita tetap menjadi MEDIA PEDULI BANGSA, DAMAI, DAN BERMORAL.
Salam Pers Mahasiswa,
Wassalamu alaikum, Wr.Wb

“salam juga…posting kawan-kawan ini akan ku forward ke Sonny, agar komunikasi kita bisa lebih baik.

kawan-kawan Genta Andalas yang baik, kawan-kawan memang punya masa sendiri, karena itu… berkaryalah. dan teruslah belajar, terutama menulis. dan, siapapun tentu akan bisa menilainya dari karya yang dihasilkan. tapi tentu tidak menghilangkan hak yang lain untuk mengkritik.

tentang kecaman dari berbagai pihak, jika kawan-kawan dewasa, tidak perlu menganggapnya sebagai tuduhan. cukuplah klarifikasi saja dan buktikan bahwa kalian memang berkarya. Misal: jika memang teman-teman berhasil menerbitkan tabloid, jurnal, ataupun buletin, kenapa tidak posting di Web atau bahkan Blog. Agar kita semua bisa saling berkomunikasi, diskusi dan saling belajar.

Aku secara pribadi menunggu tulisan kawan-kawan.

Pada FS Yunita, aku memberikan beberapa catatan, demikian juga dengan FS Genta. Yang penting kita ingat, organisasi yang kita pilih adalah sebuah rumah tempat kita belajar, khususnya menulis. Sehingga, tentu wajar jika proses belajar itu -salahsatunya- dinilai dari apa yang kita tulis. Pertanyaanya, “dimana tulisan kawan-kawan genta saat ini?” Aku yakin kalian telah menulis, tapi mungkin kami yang belum membaca. Karena itu biarkan uda, uni ataupun kawan-kawan yang diluar membacanya.

Maka, aku lebih menyarankan agar kawan-kawan juga tidak “tipis kuping” dari segala kritikan. Belajarlah tentang dialektika, tentang perbedaan, bahkan tentang “kecaman” dalam nada sinis. Itu wajar jika kita masuk dalam dunia aktivis seperti ini.

tentang “kemesraan” kawan-kawan dengan rektorat, aku secara pribadi -sayangnya- mendengar juga hal itu dari rekan-rekan UKM lain. Apakah itu benar? Mari buktikan saja dengan tulisan yang kritis. Karena -katakanlah- benar kalian menjalin komunikasi dengan rektorat, itu tidak masalah jika dari karya kawan-kawan bisa tetap terlihat independensi dan kecerdasan mengkritik.

Aku secara pribadi menunggu karya kawan-kawan…

tentang Dana yang tertahan…Rebutlah! Karena itu hak.

Terakhir, selamat datang kawan-kawan yang memilih memulai nafasnya di Genta Andalas. Semoga kawan-kawan tidak masuk karena “kewajiban” kurikulum semata :-)

Selamat belajar.
“Tidak ada satu orang cerdas pun di rumah kita, yang ada hanya kesadaran merasa bodoh dan kesadaran untuk terus belajar”
Menulislah…

25 10 2008
sonny

adik2ku di genta,

terima kasih atas koreksinya,

seperti sebuah pengadilan,
semuanya kembali ke pembuktian

buktikan berapa kali adik2 mampu terbit dlm setahun
buktikan kemandirian
buktikan bhw independensi terjaga
buktikan bhw kritisisme tumbuh

senyata-nyatanya…
buktikan bhw kalian produktif kemudian.. kreatif menulis

ayo ngblog.. :)
aku ingin tahu sejauhmana adik2ku tumbuh

salam sayang,

Sonny,

28 10 2008
elang

oooooh……………….ternyata tahun belakangan ini
aku lupa sesuatu,aku telah tua, aku baru sadar lantaran mimpi tadi pagi

bukan iseng belaka memang.
terlahir dari sebuah banyolan goblok sampai aku benar-benar datang melihat sendiri.bang feb,bung feb,mas feb, kertas ini aroma baru buat hidungku, terima kasih,aku memaksa diri menulis disini.

atas kegentaan yang kita sandang bersama,aku,kau,kalian,dan teman-teman yang baru dan tentunya bang feb(aku memanggilmu sperti itu),da wir,mas sonny,kapan kita bisa bertemu ada secangkir kopi buat kalian jangan pakai rokok ya, tidak sehat,
aku ingin bercerita menertawakan diri kita yang dungu atau lucu…ha….ha….ha….edan.

tidak masalah nantinya lucu atau tidak
yang penting kita tertawa dulu sebagai penghargaan atas cerita itu
tentang GENTA ANDALAS yang menjadi dirinya sendiri
tentang abang2ku yang sekarang hidup dizaman siapa punya !
tentang angka-angka
tentang senyum kita masing-masing
tentang kedunguan yang betul-betul lugu
tentang kalian yang betul2 aku, kami dan genta andalas rindu

aku tak pernah ingin berkaca pada cermin yang terlanjur retak,namun cermin itu terlalu banyak menawarkan nostalgia yang indah,bukan maksud hati berkaca namun apa daya wajahku dipantulkannya dari sana.

aku adalah manusia biasa saja di rumah yang kita ujar genta andalas
hidupkupun biasa saja, hanya perulangan dari pagi ke pagi selanjutnya
setelah wisuda aku baru mengenal perulangn baru buat tahun berikutnya, hidup sebagai mahasiswa dengan kampus berbeda.

tentang dia,si genta andalas itu,dia mengundang kawan-kawan untuk menonton aquariumnya, katanya ikan disana membuat tenang hati.
tentang dia,si genta andalas itu,biarkan darah baru itu berkenalan dengan alamnya sendiri, merangkak,berjalan,menangis,jangan kita pangku, tinjunya tetap kuat, aku paling tau itu.
walau karyamu sedikit tak melekat
namun tinjunya tetap bergaung keras

sekali lagi
singgahlah lagi dirumah itu
bukankah kita pernah menadi bagiannya.

TIDAK SEMUA TAMU HARUS KEMBALI,BUKAN.

Langgeng yang sudah tua.. :-) Genta itu tempat belajar, namun memang sebagian dari kita terlanjur jatuh cinta, dan menanggapnya sebagai rumah. tempat pulang. tapi, sebagian lain hanya singgah, dan pergi lagi.
So, yang terpenting, orang di setiap masa nya memang harus berbuat. termasuk teman-teman di genta sekarang

31 10 2008
elang

apakah betul dia yang bernama yance arizone bisa dipercaya?
itu yang belum aku tau
palingan yang aku tau hanya kepala serdadu dungu yang sangat mempertahankan sifat kanibalnya ditengah anak-anak yang tau apa2, lalu menurunkan kegoblokan pada generasi yang menghamba pada titel senior.
aku punya mata menatap presiden bem fhua yang bangga dengan bintang limanya sebagai presiden tanpa sk……………………ha…………..tanpa nurani buat mempersatu bangsa…………..ha,……ha…
apa kabar bung feb
apakah tempat sampah juga bisa menjadi ranah belajar yang baik.
kalau ia, apa yang perlu aku pelajari dari sana
kebohongan
kekotoran

sampaikan salam pada saudaraku yance
bilang, aku takut indonesia bakal dipimpin oleh orang yang mentuhankan jabatan

“Langgeng yang baik, Yance itu teman diskusi ambo.
Tentang kampus dan sejarah saat mahasiswa, tentu teman-teman di FH Unand yang paling paham.
Ambo ketemu Yance di Jakarta, sekitar februari-april 2007 dan banyak berdiskusi tentang Hukum Tata Negara. Kebetulan ketemu di sebuah LSM yang bergerak tentang wacana hukum alternatif, semacam studi hukum kritis. dalam hal penelitian yang ambo lakukan saat itu, Ambo banyak belajar dan sangat dibantu oleh teman-teman di LSM tersebut. Nama LSM nya, HuMA.

Da Ujang (dosen FH Unand yang sekarang ambil S.3 di UGM) juga anggota perkumpulan HuMA tersebut. Dan, kemudian ambo danga Yance ikut bergabung di LSM tersebut. Sampai saat ini.
oh ya, Ambo pernah nginap 2 hari di kos yance sebelum ke ICW, dan diskusi tentang banyak hal, mulai HTN hingga wacana tentang pemberantasan korupsi. Tentu tidak terlalu jauh bicara tentang pengalaman saat mahasiswa.

soal sampah, kotoran dan hati nurani yang mungkin kontradiktif dalam diri Yance, seperti yang Langgeng bicarakan, sebaiknya, sampaikan langsung saja ya.
ini alamat blog nya: http://yancearizona.wordpress.com/
mungkin keterbukaan yang kritis lebih sehat dalam komunikasi kita yang demokratis ini.

salam,

oh ya, dima kegiatan angku kini?
masih melukis?
:-)

4 11 2008
elang

sabar bung feb…oooooooooooooooo….ya.ya,ya.aku mulai paham.
tadi aku datang, rumah ini kosong,aku menunggu beberapa hari.
yak!masihkah seperti dulu juga lagi,aku harap.
aku harap bung feb tak terbelenggu
lalu tertegun,tentu lemah,tentu jinak

dalam sebuah nostalgia,dulu,aku menghafalnya setengah2
aku menemukan jiwaku sekarang
salam.
kegiatan seperti biasa pakar jimat tingkat 2 di MKN UGM-UNAND, Seperti yang bung bilang
seperti biasa aku keluar masuk pintu parpol buat mencari masalah
membuat panas telinga caleg goblok itu
dan 2biji LSM tempat aku ingin berkelahi
ha…ha….ha….
lalu mengadu pada sanggar teater di taman budaya.
akan ku akhiri menangis pada calon istri tiap malam minggunya.
dan akan berulang pada tiap minggunya
hanya satu hal yang aku paham
tak ada yang sanggup menahan lidahku bergetar

aku sering nonton tepei
seakan melihat wajahmu,aku kurang yakin
bajunya bagus plus kacamata dan rambutnya rapi

apa kota telah merobah laju kaki kita
atau sekedar ingin kelihatan intelek

entahlah mungkin aku akan bertanya pada rumput yang bergoyang.
o ya..
aku dapat kabar
sebentar lagi bung akan menikah
untuk itu aku tak punya komentar
hanya do’a
hanya do’a
do’a yang kututup mulutku rapat-rapat
biarkan hatiku mengalir menentukan arahnya yang lurus.

sudah terlampau puncak pada tahun ini ya bung feb
jangan turun ke rendahan datar
negeri ini takut asing
terus
terus
disini datar,lebar, tidak bertepi

selamat berjuang bung feb
disana aku yakin berat
namun tak seberat buat kita yang tak mau kalah dan menyerah
.(TITIK)

Langgeng yang baik, terimakasih. Dan, tentu, selamat belajar.
semoga juga tetap ingat, bahwa “bungkus” tidak akan melebihi substansi. kalaupun suatu saat bungkus itu berubah. itu tetap saja soal “bungkus”. tugas kita, ku pikir, bagaimana membuat pikiran ini terus menjadi berguna. boleh dengan konstruktif, boleh–bahkan–dengan umpatan.
tentang MKN dan Teater..teruslah,
tapi jangan tertegun, lemah dan jinak.
belajarlah terus membaca substansi.
oh ya, hampir lupa, hidup agaknya bukan seperti mendaki gunung. dimana orang mencoba menjauhi asin laut. orang hidup sama artinya belajar menjadi ada. Ada. dan berguna.

9 11 2008
unknown

Donny setiadi…
mending kau urus dulu lah bisnis kau dan kuliah kau…jgn terlalu idealis-idealis dan jadi aktor balik layar..percuma!!!…
(Gua ditawari KPK buat join ke organisasi karena saking berani menghadapi hidup ini masih jiper!!!..)
Toh Tuhan aja yg jadi sutrada ngga sibuk2 amat ngasih hukuman ke para koruptor..udahlah..flexible sajalah dalam hidup ini..semampunya aja lah berusaha…dan perbaiki sajalah diri sendiri…urus bisnis kau tu dan kuliah kau sekaang ini biar cepat tamat!!!!!…
dan satu lagi…sepertinya pake nama asli…kalo emang iya,jgn pake nama asli di dunia maya ini…

mbak, uni, uda, atau pun mas Duna Malik (sebuah anagram kah?) :-)
aku melihat pesimimisme dalam komentarmu. Mungkin benar, dunia sudah terlalu goncang, hingga orang-orang pun berpikir bahkan TUhan tidak peduli dengan para koruptor, penghisap darah rakyat itu…
Namun, bukan berarti membuat kita jatuh dalam kegelapan, toh :-)
dan, aku berikan catatan pada comment mu, karena ku yakin, kau juga punya harapan untuk perbaikan ditengah absurditas dan skeptisme…
salam,

12 11 2008
Yance Arizona

Sekitar satu minggu ambo menunggu di blog ambo, feb. Tapi kini ambo harus tanggapi suatu komentar terhadap diri ambo di blog angku. Mengomentari sesuatu yang subjektif karena terkait personalitas.
————————————————————–
Tentu komentar dari saudara “elang” itu. Barangkali sang elang sedang terbang dilangit dan melihat segala yang berkaki dua di bumi adalah anak ayam yang akan dicakar dan direnggutnya. Masih saja menggerutu di langit. Terdengar serak.

Saya tidak mentuhankan jabatan. Jangan memaksa berbuat syirik menduakan Tuhan dengan kesementaraan. Toh sampai hari ini saya tidak mendengar orang menyatakan saya pejabat atau mantan pejabat. Kalaupun ada jabatan di dalam organisasi mahasiswa, itu adalah kesempatan untuk belajar lebih. Tidak mendapatkan hasil bagi diri sendiri dari itu, melainkan mendapatkan proses.

Saya tidak pernah merasa bertikai dengan saudara ku yang sedang mengidentikkan dirinya dengan “elang”. Barangkali yang lain ada. Tapi itu pilihan mereka sendiri. Seperti pilihan untuk belajar dan berupaya membangun tatanan dan pembelajaran pada level yang tidak terlalu luas, level fakultas.

Saya mendengar suatu kepongahan dan arogansi ketika saudara katakan soal kedunguan, kanibal, sampah, kebohongan dan kotoran itu. Seakan menentang fitrah manusia sebagai makhluk pembelajar (homo educamdus). Barangkali saudara sudah menjadi orang yang sangat hebat disana, namun belum terdengar saja.

Barangkali SK sangat berarti bagi saudara. Bagi saya bukanlah sesuatu yang absolut. Sejarah sudah membuktikannya. Saya juga tidak membuat wasiat untuk memberikan suatu warisan kepada generasi sesudah. Saya sering katakan, sebagaimana sering terdengar: “setiap generasi punya sejarahnya masing-masing”. Kalimat itu untuk menyatakan tidak ada senioritas dan menegaskan mereka sebagai subjek yang menentukan. Silahkan dengan kreativitas dan tantangan yang berbeda.

Barangkali yang saudara maksud bangsa adalah mahasiswa Unand sebagai suatu wadah. Dan mempersatukan itu adalah soal keseragaman. Kalau demikian, kita punya pandangan berbeda. Persatuan tidak harus tunggal, tetapi suatu kolektivisme. Persatuan adalah soal intersubjektif, soal relasi dari perbedaan dengan harapan-harapan yang hampir sama. Meskipun terkadang dalam relasi itu kita banyak dikecewakan.

Salam,
————————————————————
Oh iyo, feb. Salam dari Bang Steny. Beliau tempo hari tidak bisa datang ke perhelatan angku karena ada keluarga beliau yang datang dari kampung. Ambo talupo menyampaikannyo tempo hari.

12 11 2008
sonny

@donny & yance

bukan bermaksud ikut campur
( lagi pula apa sih definisi ikut campur ? )

1. Mari lupakan sebentar masa lalu kita di Unand. Eksistensi seorang anak Adam sebaiknya dilihat pada apa adanya ia HARI ini. Bukan KEMARIN. Sejarah hanya digunakan bila kita punya masalah pelik hari ini yg membutuhkan referensi mengakar. Manusia adalah makhluq dinamis. Ia terus bergerak. Jadi menghakimi seseorang atas masa lalunya bisa saja, tapi TIDAK ARIF, hanya mengangakan luka yg mungkin (seharusnya) sudah sembuh

2. Dalam sebuah debat, mari fokus pada SUBSTANSI. Pisahkan sebuah TEKS dari si PENULIS teks. Mari fokus pada TEKS saja.

3. Seperti SPAM, ANONIMITAS adalah MASALAH besar dlm DUNIA WEB 2.0
Sebaiknya gunakan identitas riil sebagaimana adanya anda di dunia realitas.
Mungkin orang akan “melihat” si PENULIS dulu ketimbang TEKS. Tapi itu hanya resiko kecil.

4. Saya amat menghargai YANCE atas DEDIKASInya menulis BLOG.

@DONNY, seperti pertanyaan u AFRIDIAN WIRAHADI: adakah blog ?

12 11 2008
donny setiadi

Allah sudah menciptakan manusia seperti aq dari sejak dulu. DAn Dia menjajikan surga kepada org2 yg berjuang dijalannya.Apakah salahku?jgn tanya aq, tanya kepada dirimu…sudahkah kau perjuangkan kebenaran dan keadilan itu?.TERSERAH……

Feb, nelpon kmu susah amat!!!!!aq mo ngucapin selamat atas pernikahanmu tapi secara langsung.Aq lg sibuk banget tiap hari pulang malam.

14 11 2008
langgeng

bung yance
kita pernah kenal.
tak pernah akrab , tau apa dan siapa
namun pandang
cukup pandang

dari gambar itulah aku liat
berbhinekakan sebuah ketunggalan yang tak pernah tercapai keikaan
bukan begitu bung yance
lalu
sidungu ini bertanya
DIMANA LETAK DEMOKRASINYA ?
DIMANA LETAK SAUDARANYA?
DIMANA LETAK SATUNYA?
DIMANA LETAK BENARNYA?

ini tempat kita berpijak
luas buatku, fakultas ini, fakultas kau, aku, mereka dan kawan pewaris negeri usang ini
pernah kita berpikir bersama
tanpa sebuah jabatan yang disandang turun temurun
hanya kejelataan sebagai anak bangsa

apa pernah semua duduk bersama
saling tersenyum
memikirkan kearah mana mahasiswa, bangsa dan negara ini seterusnya
menutup ego sementara
TIDAK PERNAH SATUPUN SEMUA ITU ADA
T I D A K P E R N A H K A M U L A K U K A N

YANG SI DUNGU INI TAU, HANYA SEBUAH KESOMBONGAN AKAN SEBUAH KEMAMPUAN YANG MASIH SUNYI

INGAT BUNG YANCE
TANPA JABATAN
KITA BISA BERBUAT .
LEBIH
SEBAGAI
YANG HANYA
INGIN BERJUANG.
SEBUAH KETENANGAN

saya pikir,saya harap
hargai jabatan kecil, hormati sebuah nostalgia
kelak kita akan menjadi besar
dari garis-garisnya

14 11 2008
langgeng

2 hari lalu kawanku nangis, ujar duitnya habis, jari kaku sudah, tak pasti kapan bisa menulis, otaknya buntu, mulutnya bisu diplester uang, kepalanya dipaksa tak boleh mikir atau bangkunya jadi taruhan.

sebagai mahasiswa di genta andalas
cita-cita dan IPK, doa emak slalu datang bertubi2 tanpa batas
berharap sarjana seorang anak

namun belakangan
kawanku itu dipaksa diam dengan senyuman
sungguh manis
sungguh lucu wajah kami
kedunguan yang melenakan
tinju kau suruk dalam saku
walau hati tiada layu
semangat tiada ngilu terus menderu

hanya saja
sesaat kita butuh istirahat
menyenjakan kealpaan, tidur dulu, istirahat

esok pagi, bangun, cepatlah, kejar
KAWAN-KAWANKU DARAH BARU DI GENTA INI

15 11 2008
Yance Arizona

Sekali lagi,

Tentu. Hidup adalah sesuatu yang politis
Jabatan hanya sebuah modus
banyak orang memberi manfaat, walaupun dari kesunyiannya
Tidak harus berkuasa

Memang belum ada parade yang digelar
Tapi ada upaya untuk bertemu
Dalam ruang-ruang yang mungkin belum ada sebelumnya
Upaya yang tidak selalu berakhir pada hasil
Satu tahun memang tidak cukup
Dan saya tidak pernah menyatakan diri ”berhasil”

”Dimana letak benarnya?”
Tidak bisa dijawab oleh yang ”satu”
Bukankah kebenaran yang satu hanya akan menghadirkan tiran?

Bukanlah soal turun-temurun
Saya bukan raja, toh mereka juga dipilih

Sebagaimana dulu, sekarang dan akan datang selalu menemukan tantangan
Selalu ada ”penentang” untuk menghadirkan ketidaktunggalan
Toh dari sana dialektika mendapat ruang
Untuk sintesa yang tidak berada pada masa lalu
Melainkan kedepan.

Semuanya tentu masih bersaudara
Tidak ada yang diusir atau terusir
Walau kadang kita belajar jadi penentang
Atau jadi penentang si penentang

Sebuah modus yang tidak sakral, hanya profan

15 11 2008
feriamsari

Saya sesungguhnya tidak terlalu kenal dengan saudara febridiansyah, kecuali ketika sesama mahasiswa UNAND pernah bertemu beberap saat (beliau memilih menamatkan studinya di UGM). Tentu saya juga membaca tulisannya di beberapa media baik lokal dan nasional.
Namun ikut nimbrungnya saya di blog beliau ini untuk menjernihkan suasana kelam antara langgeng dan Yance arizona. Saya paham sekali bahwa adalah tidak layak berdebat tentang rumah kita di rumah orang lain (blog ini), namun seseorang telah menumpahkan uneg-unegnya di sini dan perlu dibersihkan.
Yang tidak Langgeng pahami adalah kenapa BEM fakultas hukum memisahkan diri dari BEM Universitas Andalas.
Baiknya saya bercerita beberapa hal penting yang tidak saudara langgeng ketahui dan mungkin juga tidak pernah dikonfirmasi ke orang yang tepat, semoga.
Di penghujung tahun 1999, saya tidak begitu inggat tepatnya, mungkin 1999 ke 2000, seorang senior BP 1998 jatuh dari angkot 54. Kecelakaan itu membuat ia terluka sangat-sangat parah dan harus dirawat. Kami mahasiswa fakultas hukum ketika itu harus menyumbangkan darah dan uang setiap hari karena ia membutuhkan tidak hanya bantuan materiil tetapi juga fisik (darah).
Hari-hari berlalu tetapi tak satupun dari BEM UNAND yang ikut berpartisipasi padahal setiap hari kami melakukan sumbangan baik darah dan uang untuk membantu korban. Sampai akhirnya Allah memanggilnya pulang.
Hari itu saya dan kawan-kawan lain belajar bahwa sistem ‘negara kesatuan’ di UNAND adalah kebohongan saja. Rakyat yang menderita tidak cepat dirasakan oleh yang berkuasa.
Peristiwa lain yang masih membekas ialah ketika kami kawan-kawan mahasiswa hukum berdemo menolak korupsi APBD oleh DPRD Sumbar berkaitan dengan PP 110/2000. Dalam kejadian bersejarah itu mahasiswa hukum membentangkan spanduk bertuliskan “Sarang Koruptor”, dan membuat heboh jagat pemberantasan korupsi tanah air. Bahkan Prof. Cip (Satjipto Rahardjo) memujinya kemudian sebagai gerak “virus Padang” yang mesti disebarkan. Dalam demo tersebut diam-diam kelompok mahasiswa BEM UNAND melalui pintu lain gedung DPRD masuk dan melakukan bincang-bincang dengan anggota DPRD dan mengatakan gerakan kami di luar tanggung jawab BEM UNAND, mungkin benar bukan tanggung jawab BEM UNAND tapi santunkah. Padahal sesungguhnya mahasiswa Fak. Hukum sudah mengajak mereka untuk berjuang bersama. Namun kemudian kami mengetahui afiliasi BEM UNAND yang sangat politik praktis (saya tidak ingin sebutkan partainya karena saya sangat berharap kepada partai ini sebab disebut partai yang cukup bersih dan anti korupsi). Apakah itu layak, santun dan benar perbuatan BEM tentu terserah penilaian saudara Langgeng.

Peristiwa lain adalah bagaimana kawan-kawan BEM UNAND pernah melakukan rekayasa pelantikan Presiden yang telah terbukti melakukan penipuan dalam surat pengunduran dirinya atas jabatan sebelumnya.
Jadi kawan langgeng yang santun banyak sekali peristiwa-peristiwa yang membuat sebagian besar elemen-elemen mahasiswa Fak. Hukum bersepakat untuk memisahkan diri dengan BEM UNAND. Jika saya tulis di Blog saudara Febri ini tentu semakin tidak layaklah. Untuk cerita-cerita lain (misalnya tidak ada sikap tegas BEM UNAND menolak penggusuran amak-amak penjual makanan ringan di kampus) sudilah berdiskusi dengan saya yang rendah ini baik secara langsung atau melalui email saya; feriamsari@yahoo.com.
Yance Arizona dan beberapa kawan-kawan juga pernah membongkar pemalsuan surat salah seorang mahasiswa hukum sebagai kandidat Presiden BEM UNAND dan penipuan itu diakui oleh penipu sendiri di depan kami dan kawan-kawan BEM UNAND. Anda juga harus tahu para penipu ingin tetap maju dan mempertahankan surat palsunya walaupun ketika itu sebagai pemimpin mahasiswa ia masih dibutuhkan di kampus karena ada seorang kawan yang mendadak meninggal.
Jadi saya fikir anda, saudara langgeng hanya salah paham dan mesti duduk satu meja lebih lama dengan Yance Arizona. Saya juga paham saudara Yance juga banyak kelemahan sebagai manusia tapi menyebutnya sampah dan bodoh adalah keterlaluan dimana sebagian civitas akademika dan alumni mengakui kepintaraan dan kesungguhannya dalam ilmu pengetahuan belum lagi upayanya berpartisipasi berhujan dan berpanas dalam pemberantasan korupsi di Sumatera Barat ketika sebagian lain masih sibuk dengan perkuliahan tahun awal.
Saya membela karena pernah tahu betapa banyaknya kebaikan saudara Yance, saya paham mungkin ia pernah melukai perasaan saudara langgeng tapi menistakan seseorang di blog yang di baca seluruh Indonesia sepertinya bukan perbuatan seniman santun yang saya kenal. Maaf jika saya agak kecewa, mungkin saya belum begitu paham tabiat langgeng. Untuk segala dedikasi anda yang memukau saya terhadap pergerakan kekampusan saya haturkan hormat, semoga bincang-bincang kita dapat menemui ruang dan tempat yang lebih santun dan anggun untuk seorang intelektual. eh iya selamat atas gelar misterunderechten (SH)-nya.
Saluut (Feri Amsari)

15 11 2008
febri diansyah

aku mendengar sepenggal kisah itu dari Da Saldi dan Charles…
ku pikir, “pengkhianatan” rekan-rekan BEM KM -jika benar- tentu sangat memalukan.

dalam beberapa hal, kondisi tersebut sangat mirip dengan kampus ku.

17 11 2008
Donal Fariz

Mohon Maaf bang febri, ikut nyalip…
Ada pesan singkat buat kakandaku yang sedang ” Bakatumpeh di biliak urang lain”
Terkhusus bagi kakanda langgeng.
Jika ada hal yang perlu diperdebatkan atau didiskusikan menyangkut Negara Mahasiswa FH UNAND, pintu BEM FH UNAND selalu terbuka bagi kakanda.

salam
Donal Fariz
(Presiden BEM FH UNAND)

“Ya, Donal yang baik…
tentang menulis di halaman ini, sepenuhnya, sejujurnya, tidak ada masalah…
sepanjang kita percaya tentang dialektika, tentu antitesa sekeras apapun tidak akan masalah. meskipun memang, akan sedikit “mengganggu” jika itu disampaikan dengan separuh menghujat.
tapi tidak apa…
aku, halaman ini, dan khususnya pemikiran ku, terbuka untuk diskusi…dengan catatan, sepanjang kawan-kawan juga terbuka..
bukan begitu, Langgeng, Yance, Feri, dan……..
:-)
semoga kalian tidak pernah puas bertukar pikiran (tentu tidak dengan merasa paling benar :-)

salam hormat, ku.

12 12 2008
Agust Menzje

“SALAM PERUBAHAN”
sebagai anak negri yang tidak ingin negrinya semakin parah terkontaminasi akan rakusnya KORUPSI yang semakin tertata rapi menggerogoti, saya sampaikan salut… kepada sampeyan..ibaratnya KADIYO SINIRAM BANYU WAYU SEWINDU LAWASE..walau dilingkunganku sendiri sungguh mengerikan gurita korupsi itu……semoga semangat ANTI KORUPSI ini akan membawa kebersamaan anak bangsa. tomorrow will be beautiful.

15 12 2008
Budi Fitra Helmi

salam. apakabar adinda Febri. mudah2an say a ini masih ada dalam memori adinda.

21 12 2008
zain ibnul khalis

Assalamu’alaikum Wr.Wb

baa kaba kakanda, no tlp kakanda yang dulu hilang samo awak, jadi sangaik payah wak cari no telp kakanda.

mohon kakanda kirim no hp kakanda baliak …

hp wak (0752 7025549) atau 081535268885

wak lah kirim pesan ka email kakanda di febridiansyah@yahoo.com

tapi dak ado jawaban.

mungkin dek lah “tokoh nasional” ko tentu waktu sangat terbatas.
alun juo kakanda kawin lai, lah panek ni eka nunggu mah, dulu pulo wak beko kan sagan pulo wak. hehehe.
kalo mangunggu korupsi abis, yo mungkin agak lamo kakanda.

mohon konfimasi baliak kakanda. terima kasih

dari “orang yang masih seperti dulu”

wassalam.
kalis…

…w’salam Khalis…ambo sudah nikah dengan eka tgl 8 november kemarin. sebuah resepsi sederhana di jakarta. mohon maaf, tidak sempat memberikabar…

oh ya, bagaimana kabar bukittinggi? apo yg bisa ambo bantu?

Salam,
Febri Diansyah

22 12 2008
Budi Fitra Helmi

Assww…
Ada UU BHP gak?
Kalo ada, tolong di kirim ke bigfriend_helmi@yahoo.co.uk
thanx FEB…
Budi Fitra Helmi
wassww

31 12 2008
adek

eh bang feb, sebegitu gonjang-ganjing nya kah genta andalas dulunya,,

apapun itu adek sangat bangga dan beruntung pernah menjadi bagian genta andalas itu, hmmmmm, amazing…

oya bang feb, apakah KAK DEWI PUSPITA HATI yang dimaksud almarhumah tadi, kalo ga maaf ya kak Dewi,,

selamat menempuh hidup baru ya, bahagia selalu.

13 01 2009
arum_HTN_UGM

Assalamualaikum wr wb

Pa kabar mas Febri? ni Arum, anak FH UGM 2006.
saya denger kemaren katanya ICW udah siap draft judicial review UU BHP ya? boleh saya lihat ga? soalnya temen2 di komunitas HTN juga lagi nyiapin, siapa tau bisa saling mendukung. rencana besok jumat (16/01/09) sih kami juga udah siap draft, tapi ini masih bingung formil penulisannya karena belum pernah tau format baku surat permohonan judicial review ke MK.
tak tunggu kalo boleh kirim ke mahaarum_kp@yahoo.com

makasih banget bantuannya.
salam buat mbak nya..

Wassalamualaikum wr wb

20 01 2009
ucrit

salam kenal ;-)

“iya.sama-sama…..aku baru lihat juga blog mu, bu”

20 01 2009
bobby alfurqan

apo kaba feb…..usut semua korupsi dinegara kita ini….ALLAH dekinganmu……(kawan ketek)

27 01 2009
Kamal

Mas Febri,
Sebaiknya Parlemen “Tukang Bolos” yang Mas tulis di Kompas dilanjutkan dengan himbauan ke media massa untuk menulis nama parlemen selalu lengkap dengan partai (DPR) atau asal daerah (DPD/wakil daerah). Ini juga dilakukan di Jerman, dan sedikit lebih longgar di US.

Contoh penulisan: Hamka Yandu (Partai Golkar)

Efek dari standar penulisan ini insyaallah akan panjang.

Makasih.

“terimakasih atas masukannya.
sebenarnya tulisan tersebtu fokus diadvokasi UU Mahkamah Agung terlebih dahulu, karena data dan pemantauan langsung yang kami lakukan (dalam tenggat waktu terakhir) hanya UU MA tsb. Sedangkan data yang lain kita gunakan data sekunder. Dari Media dan absensi.

dalam waktu dekat, rekan-rekan dari divisi Korupsi Politik akan dorong topik ini.
oh ya, adakah contoh tulisan, artikel atau data yang diterapkan di Jerman dan US?
Mohon dikirimkan, jika tidak merepotkan.
ke:
febridiansyah@yahoo.com

Salam

26 02 2009
Jamil

Angku Febri…..ba’a kaba?
Ado nan ka ditanyoan ciek, ganti2 baraja.
Ambo sadang mangarajoan proyek untuk pembangunan menara Telekomunikasi di daerah awak PADANG, namun ambo terkendala jo masalah perijinan yang ba balik-balik dan biaya nan terlalu tinggi sedang untuk biaya itu indak ado regulasi yang mangaturnyo.
Untuak Bapedalda sajo kami mangaluan biaya 12 jt untuak ciek lokasi itu alun tamasuak dana taktis WAKO Padang nan 10jt itu wajib dibayiakan kalau indak ijin ditahan. Alun lai di Dinas TRTB kami harus bayia 14jt untuak ciek lokasi sadangkan retribusi yang tertera hanyo kisaran 7jt-an. Apo nan harus kami lakukan? Tolong masukannyo pak ferry…..

2 03 2009
opix

hello bung febri,,.mau nanya nih dulu anda pernah kursus di Elti g ya,soale ak penasaran nih dulu pas dielti saya prnh punya temen pas kursus di elti mukanya tu mirip anda , dulu nek kursus pakenya sepeda onthel, thanks

“hehe2..Iya, aku dulu pernah kursus di ELTI jogja, naik onthel butut…dan pernah juga sekali bocor ban…untung dekat ELTi ada tambal ban..hehehe2. apakah kita dulu satu kelas? kamu dimana sekarang?

3 03 2009
Nony

Salam kenal, kayaknya asik ya jadi anda,
hidup jadi terasa penuh makna.

“salam kenal juga.
ga asik kok, hehe2

5 03 2009
bobby alfurqan

lupolo jo awak nampaknya febri alah jadi urang gadang….he..hehe….bilo senikah Baralek gadang patang tuh…….dima kini feb…….

28 03 2009
mira

Halo Bang Feb,

15 04 2009
Donny Setiadi

Ass Wrb.

HAruskah yg muda turun tangan? Skrg yg muda hanya menjadi generasi clubbers dan pembuat bokep. Mau jadi apa kita ini? Kita bersuara lantang hanya didengarkan, dipikirnya kita sedang mendongeng? Yg tua korup, yg muda mabuk, yg idealis menciut. Waktu aku bebicara di forum formal organisasi ttg perubahan yg harus dilakukan yg muda skrg, mereka bisu,acuh tak acuh. AMPUN!!!! masih muda aja udah pesimis!.Yg didengarkan omongan orang bicara ” Makanlah dari hasil petani Indonesia…”,harga yg import lebih murah Blo’on!.rbuan orang mati sia-sia hanya jadi reminder…..

22 04 2009
bobby alfurqan

dunia….oh dunia…..yang paling parah itu kalau kita udah merasa paling berhasil setelah mengungkap suatu kesalahan orang lain…..sehingga komunitasnya diananggap paling terhebat dan paliang barasiaah…….padahal yang paling terbaik itu kalau kita selalu melihat kesalahan diri sendiri …bukan mencari2 kesalahan orang lain!!!!!

22 04 2009
bobby alfurqan

mantap juga pemikiran loe don……kaum idealis hanya komunitas yg kehilangan tempat yg pola pikirnya aneh dan menganggap selain dari komunitasnya adalah aneh….he..he..

24 04 2009
eka

salam kenal

membaca blog ini saya jadi teringat petuah Imam Ali k.w, “Bahwa kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh keburukan yang terorganisir”

hampir semua masyarakat paham bahwa korupsi itu buruk serta jahat. saya juga percaya bahwa di negeri ini masih banyak orang baiknya ketimbang orang jahatnya, namun kekeliruan mereka (orang-orang baik) adalah gerakannya yang tidak masif serta partikelir. semoga icw bs mengkoordinir orang-orang baik di negeri ini sehingga menjadi arus deras untuk menghepaskan dan menenggelamkan para koruptor tersebut.

tetap istiqomah
mohon izin di link di tempat saya yah

salam, eka

Silahkan. mungkin kita juga harus belajar bagaimana kejahatan diorganisir :-)

1 05 2009
donny setiadi

apa benar antashari azhar bunuh org krn persoalan asmara? sehari sesudah pembunuhan polisi menduga-duga istri kedua nazarudin yg menyuruh org bayaran utk bunuh suaminya.Polisi kerja sambil mkn di burjo kali…..

3 05 2009
nono

minta ijin untuk meminjam gambar pada :

http://febridiansyah.files.wordpress.com/2008/02/baca-di-atap.jpg

oleh http://mywrotes.wordpress.com/

terima kasih…:D

Silahkan, bung.
gambar itu juga bukan punya ku. itu dipinjam (juga) dari seorang teman di halaman lain.

27 07 2009
feriamsari

Jika kalangan muda mencari ruang belajar menuju kebaikan, maka ruang iqra’ ini ranah nan tepat. Jika tua n muda menggagas kebersamaan memberantas korupsi tak ada salahnya merujuk kepada catatan ini. Tulisan yang harus diangkatkan topi untuk penulisnya…mantaf lah itu…

18 09 2009
iva

Ass wr.wb
Salam kenal,
Kami dari tim riset Ilmu Komunikasi UGM, sedang mengadakan penelitian ttg pemberdayaan masyarakat melalui blog dgn output jurnal serta rekomendasi kebijakan bagi pemerintah.
Untuk itu, melalui perkenalan ini kami sekaligus meminta ijin untuk melakukan wawancara via online mengenai blog Saudara guna melengkapi data penelitian kami.
Kami amat mengharapkan kerjasama dari Saudara, kami berharap Saudara dapat segera memberikan tanggapan mengingat keterbatasan waktu yang kami punya.
Terimakasih banyak.

25 09 2009
Hanara

Dear Bro, please do change my current-linked url into: http://academicprojects.desihanara.com.

Thankies! :)

29 09 2009
hening

apakah moral kita semua memang sudah rusak?
Beginikah wajah buruk kita dan indonesia, apakah itu yg disebut berwarna?? Ah, entahlah..

30 09 2009
Caniago

Iya, dialektika, tesa-antitesa-sintesa. Di negeri poskolonial seperti Indonesia ini, masih terasa ‘tinggi’ untuk berdialektika, kurang sekali, karena ‘kebenaran’ hanya datang dari penguasa negeri ini. Gmn mnurut Bang Febri?…

23 10 2009
aku

aku masih disini melihatmu, how’s ur life katanya, aku masih begini, aku akan berjanji tidak akan begini lagi, tapi kapan? Haruskah menunggu tiadanya mentari, tentu tidak jangan begitu teman..
Aku hanya melalui sesuatu yang telah ku mulai dan sesaat lagi akan kuakhiri, agar hampa ku lenyap berganti warna.

5 11 2009
karima

mas febri,yang OK..
saya itu mhsiswa F.H. angkatan skrng,tapi aku malu sebetulnya…
soalnya mahasiswa jaman sekarang (yaa termasuk aku ini..)
gak demen demo,maksudnya demo terhadap situasi yang akibat tingkah penguasa yang mencekik rakyat sampe mati..
terus kadang kalo demo tuh pake acara anarkis tapi substansi dari demo itu sendiri “gak nyucuk”…
trus,aku mau nanya pendapat Mas Febri secara pribadi-karena kalo aku liat,njenengan ini pinter & kritis banget..
gimana soal penertiban PKL oleh Satpol PP yang justru menyengsarakan rakyat…
Sebetulnya,siapa yang salah??
Dan mereka itu (PKL) itu tanggung jawab siapa?
Next time,kalo aku mau bikin skripsi,bantu2in yaaa…
Thanks..

23 11 2009
defrimardinsyah

Feb…

Ba a ko Indonesia wak ko.. SBY ndak namuah mambarantian Jagung n Kapolri..

15 12 2009
m.jaya

bang feb,

centurygate tumbangkan koruptor..

Leave a comment